Media Jaringan Nirkabel
Komunikasi tanpa kabel (wireless)
Wireless adalah jika dari arti katanya dapat diartikan “tanpa kabel”, yaitu
melakukan suatu hubungan telekomunikasi menggunakan gelombang elektromagnetik
sebagai pengganti media kabel. Saat ini teknologi wireless sudah berkembang
pesat, buktinya dapat dilihat dapat dilihat dengan semakin banyaknya yang menggunakan
telepon sellular, selain itu berkembang juga teknologi wireless yang dipakai
untuk mengakses internet.
Di bagi menjadi beberapa:
1. Radio wave (gelombang
radio) Gelombang Radio-AM
Sinyal yang berbentuk analog, juga dapat ditransmisikan melalui udara,
seperti misalnya: gelombang radio. AM-Radio yang merupakan singkatan dari
Amplitude Modulation, dapat menangkap sinyal pada frekwensi yang sama, dan
dengan kekuatan dan amplitude yang dimilikinya, dapatlah menggerakkan informasi
kearah yang dituju.
1.1.
Pemancar Radio-FM
/Station Televisi.
Pemancar radio-FM dan station televisi juga dapat digunakan untuk
menyalurkan gelombang analog. Dalam hal ini, Station televisi ataupun pemancar
Radio-FM (Frekwensi Modulation) akan mendiami gelombang antara 54 hingga 806
megahertz (millions of cycles per second)
Radio Komunikasi
Gelombang Pendek.
Dalam hal ini,
radio komunikasi gelombang pendek banyak digunakan oleh kalangan tertentu,
misalnya ORARI ataupun kepolisian, juga dapat dimanfaatkan untuk membawa sinyal
analog ketempat yang dituju. Radio komunikasi gelombang pendek memiliki
frekwensi yang lebih tinggi jika dibanding dengan frekwensi yang dimiliki oleh
pemacar radio-AM.
Gelombang Mikro.
Komunikasi data melalui gelombang elektro magnet (udara) yang paling banyak
digunakan adalah dengan gelombang mikro atau microwave. Cara ini bisa
menjangkau jarak yang sangat jauh,
sehingga banyak kalangan industri ataupun pribadi yang menggunakannya untuk
memindahkan/ menyalurkan suara, video ataupun data komunikasi.
a. Telephone Cellular
Telpon celuler ataupun
telpon genggam, ataupun telpon mobil yang bekerja pada frekwensi 825 hingga 890
megahertz, juga dapat dimanfaatkan sebagai suatu media transmisi komunikasi
data.
b. Satelit.
Penggunaan satelit
dirancang untuk mengurangi biaya pada pengiriman jarak yang sangat jauh. Apabila digunakan gelombang
mikro, maka diperlukan banyak sekali station pemancar bumi yang harus dibangun.
Disamping itu juga harus diingat adanya
lautan yang memisahkan daratan satu dengan lainnya. Dengan menggunakan satelit,
maka permasalahan yang ada bisa diatasi. Satelit secara umum bekerja pada
frekwensi antara dua hingga 40 gigahertz (billion of hertz)
3.
Infra Red
Teknologi infrared adalah teknologi pertama dan paling memasyarakat, sudah
sangat umum yang terdapat dipengendali yang beredardi pasaran, misalnya remote
tv. Prinsip kerjanya sangat sederhana, processor kecil pada remote akan
menterjemahkan penekanan tombol menjadi intruksi bahasa mesin (bilangan
biner) yang dikirimkan melalui infrared
ke TV. Dan data diubah kembali menjadi instruksi yg dikenal TV. Konsorsium yang mengatur dan
megurusi infrared adalah IrDA) Infrared Data Associate, memiliki panjang
gelombang sekitar 875 nm. Sinar yang dihasilkan dan dipancarkan didapatkan dari
sebuah lampu LED biasa yang dapat
diproduksi dengan sangat murah. Ada dua versi yaitu versi 1.0 memiliki
kecepatan dari 0,576 hingga 115,2 kbps, sementara versi 2.0 memiliki kecepatan
0,576 hingga 1,152 Mbps
Bluetooth
Teknologi ini dipelopori oleh Ericsson yang saat ini mulai menggusur
dominasi infrared untuk perangkat bergerak(HP, PDA), teknologi ini sudah
dikembangkan oleh sebua konsursium yaitu bluetooth special Interest Group
(SIG). Cakupan Bluetooth bisa mencapai 10 meter dan tidak terhalang
flesibelitas media, berbeda dengan media lainya seperti infrared atau Wi-Fi,
Bluetooth memungkinkan koneksi antar piranti elektronik apa aja dan bukan hanya
computer.
Bluetooth dapat dibuat membentuk PAN atar perangkat seperti computer, HP,
PDA Kamera, bar-code reader, perangkat audio video bahkan sampai perangkat
dapur. Bluetooth bekerja dengan menggunakan signal radio pada frekuensi 2,4
Ghz yang sama dengan WiFI untuk
menghindari interpretensi maka Bluetooth bekerja dengan cara spread spectrum
frequency hopping (SSFH). Pada saat perangkat Bluetooth akan terkoneksi maka
perangkat harus melakukan hopping sequence agar dapat saling mengenali. Secara
teoritis kecepatannya 1 Mbps, namun kecepatan efektifnya hanya 721 Kbps, ini
untuk standar Bluetooth 1.1, sedangkan untuk standar 1.0 mempunyai kecepatan
hanya 420 Kbps Pemakaian Bluetooth sampai saat ini sudah sangat luas,
diantaranya:
a. Wireless headset
Dahulu teknologi ini digunakan untuk HP, dimana penggunaan headset dengan
menggunakan Bluetooth dapat mengakses tanpa batas, teknologi ini memungkinkan
pengguna dapat menggunakan fasilitas HPnya walaupun HPnya berada di dalam tas
atau koper.
b. Internet Bridge
Teknologi ini juga memungkinkan HP untuk memanfaatkan kemampuan Dial-Up
Networking yang ada pada PC, memungkinkan kita didalam jaringan PAN untuk
terkoneksi ke internet tanpa menggunakan media kabel jaringan. Fungsinya hampir
sama dengan fasilitas Infrared untuk sebagai media penghubung ke Internet,
namun bedanya perangkat tersebut dapat digunakan tanpa harus berhadapan.
c. File Exchange
Memungkinkan membentuk sebuah NT tanpa harus dipusingkan dengan setting
domainya terlebih dahulu, misalnya : pada sebuah seminar si pembicara akan
membagikan file presentasinya dan pembicara cukup mengaktifkan fasilitas
Bluetoothnya pada komputernya dan para peserta dapat melakukan file transfer
seizin ,pemilik dengan otentikasi
d. Sinkronisasi
Bluetooth memungkinkan
sinkronisasi antar piranti dari PC, PDA, HP, sampai dengan peralatan dapur
e. Kelemahan
Terletak pada caranya mengurus data, secara teoritis dapat mengkoneksikan 7
perangkat secara langsung, tetapi manejemen datanya hanya memungkinkan dua
perangkat sementara yang lain menunggu.
Wi-Fi
Wireless Fidelity, teknologi ini pada awalnya untuk menghilangkan keruwetan
kabel dalam membangun sebuah jaringan computer, Wi-Fi bekerja pada frekuensi
sama dengan Bluetooth yaitu pada 2,4 Ghz, namun bedanya Bluetooth menggunakan
spread spectrum frequency hopping (SSFH), sedangkan Wi-Fi menggunakan direct
sequence spread spectrum (DSSS), Intinya spread pada Wi-Fi akan lebih stabil
dan tentunya lebih cepat dibandingkan dengan Bluetooth.
Wi-Fi memiliki kelemahan yang sangat
mengangu seperti masalah keamanan yang dapat di bajak ditengan jalan, dan
rentan terhadap konflik dengan perangkat lain dalam waktu yang bersamaan. Wi-Fi, dikenal dengan standar
IEEE 802.11b, mulai luas dioperasikan dan beberapa operator di Amerika Serikat
mengope-rasikannya secara hot spot di berbagai lokasi seperti Bandar udara,
kampus, hotel, coffee shop dll. Wi-Fi sendiri masih mengandung beberapa
kelemahan.
Infrared, Bluetooth, Wi-Fi semuanya harus melakukan pengenalan dengan
device yang akan bertukar data, istilah ini disebut denganpairing. Device
infrared pastilah sangat terbatas pada koneksi point-to-point dan memiliki
proses pairing yang termudah , ketika
terjadi kontak sinar infrared, maka protocol infrared akan memberikan nama yang
unik sementara pada kedua alat tersebut.
Bluetooth dan Wi-Fi memiki sedikit perbedaan
dibandingkan dengan koneksi infrared, Bluetooth dan Wi-Fi dapat berfungsi
didalam jaringan dimana terdapat banyak device, dan diberi nama yang unik agar
tidak bentrok. Agar dapat masuk dan terkoneksi dengan suatu jaringan maka
device dengan Bluetooth dan Wi-Fi harus dilakukan konfigurasi yang harus diatur secara benar agar terjadi
pairing dengan kedua interkoneksi ini.

